Edisi 30

SUDAH banyak hasil penelitian dilakukan tentang aktivitas perusahaan tambang Amerika Serikat di Papua tetapi tak banyak perubahan berarti. Justru peningkatan produksi yang jadi bahan pertimbangan kegiatan perusahaan tambang mereka. Kalau pun ada perbaikan dan tanggapan semuanya sekadar lip service. Ibarat pemadam kebakaran untuk meredam pendapat miring soal dampak yang dtimbulkan mereka. Lalu bagaimana nasib tambang pasca tambang? Memang terlalu dini untuk membicarakannya tetapi perlu ada landasan utama sebelum akhir sebuah tambang. Meski kegiatan penambangan baru akan berakhir sekitar 2040 an tetapi tidak berlebihan kalau mulai sekarang sudah ada persiapan menuju pasca tambang, Pasalnya pengalaman pasca tambang di belahan bumi lainnya meninggalkan kesan, pasca tambang ibarat kota hantu atau ghost town.
Yang jelas warga Papua khususnya suku Amungme dan Kamoro tak inginkan gunung gunung dan rawa mereka hancur luluh. Minimal harus mengembalikan kehidupan mereka yang hilang akibat keserakahan dan kerakusan beberapa pemilik modal.
 
Redaksi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *