Mei 2009

HAM EKOSOB seringkali diabaikan seolah-olah tidak ada dan tak perlu diingat lagi. Namun sebenarnya akar  persoalan dibalik kejahatan dan pelanggaran HAM di tanah Papua seringkali berawal dari  sengketa tanah, sumber […]

Lembaga cultural pentingkah ? Mungkin pertanyaan ini agak klise tetapi kehadirannya sudah sejak tiga tahun lalu. Seharusnya lembaga cultural atau Majelis Rakyat Papua (MRP) lahir bersamaan dengan UU Otsus Papua. […]

Benturan benturan kebudayaan dalam suatu masyarakat biasanya diawali dengan kontak kontak dan perubahan perubahan menuju jaman baru. Bahkan celakanya lagi, semua menterjemahkannya sesuai keinginan dan kebutuhan yang sifatnya sangat instant. […]

Menambang, menambang dan menambang………. Sepertinya, mengeruk isi perut bumi di Papua akan terus menjadi trend bisnis modal besar di Papua, selain tentu saja bisnis Kayu dan Minyak Sawit. Mulai dari […]

Tanggal 6 Juni 2006 Menteri Keuangan Norwegia Kristin Halvorsen mengumumkan divestasi yang dilakukan Freeport McMoRan. Pengumuman ini sekaligus menyatakan keputusan pemerintah Norwegia untuk menjual saham dan obligasi senilai 116 juta […]

Mengapa pribumi tewas dihari bangsa bangsa pribumi International? Mungkin saja karena semangat untuk membangkitkan harga diri bangsa bangsa pribumi di negara merdeka seperti Indonesia dibalas dengan rasa curiga.  Artinya, kewajiban […]

Bagi Masyarakat Adat Papua, tidak ada kehidupan diatas muka bumi ini jika tidak ada tanah. Tanah menjadi segala sumber kehidupan dimuka bumi ini. Itulah filosofi tanah bagi orang Papua. Sehingga […]

Dari bantuan ke bantuan, adalah kegiatan yang selalu ditujukan untuk membawa perubahan ekonomi dan sosial masyarakat. Namun sebagaiman lazimnya teryata dalam praktiknya tidak ada makan siang yang gratis. Terkecuali kalau […]

Keputusan menyita buku “Tenggelamnya Rumpun Melanesia” yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung Kep-123/A/JA/11/2007 dan instruksi dari Jaksa Agung INS-004/1/JA/11/2007 menunjukkan bahwa negara ini sedang berada dalam […]

  JUBI—Tiap pagi setumpuk koran akan diantar padanya. Dijajakan meski dengan kaki cacat. Sama juga dengan yang terjadi siang itu. Tangannya dengan cekatan memilah tumpukan koran di depannya. Semenit dirapihkan […]