Goliath Tabuni: TNI Jangan Seenaknya Periksa Warga Sipil

JUBI — Juru Bicara (Jubir) OPM (Organisasi Papua Merdeka) Goliath Tabuni di Puncak Jaya, Papua membantah tuduhan Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen A. Y. Nasution terkait penyerangan dan penimbunan senjata oleh warga beberapa waktu lalu di Jayapura. Dalam laporannya kepada jubi, Senin (31/8), Tabuni menilai tuduhan itu hanya sebagai rekayasa Polisi. Tabuni juga meminta agar diadakan pemeriksaan terhadap anggota TNI maupun Militer di Puncak Jaya.

“Jadi, mereka ini (TNI/POLRI) hanya mencari akal untuk bikin takut warga saja. Sebenarnya, mereka sendiri pelaku dan mereka sendiri yang sembunyikan senjata,” ujarnya.  Menurutnya, perlu diadakan pemeriksaan terhadap anggota TNI dan Polri terlebih dahulu. Baginya, jika tidak ada keterbukaaan aparat keamanan terhadap warga, maka akan terus melahirkan ketakutan bagi warga sipil. “Suasana demikian hanya akan menimbulkan korban warga sipil,” terangnya.
Tabuni juga menyayangkan situasi terakhir di Puncak Jaya. Dalam laporannya, TNI dan Polri di Puncak Jaya telah menciptakan trauma bagi warga sipil. “Karena warga dorang ini (warga sipil) tidak mengerti apa-apa. Jika rakyat salah bicara, TNI langsung menuduh mereka (rakyat) sebagai pelaku. Apa maksudnya?” tanyanya.  Dia menilai, selama ini, TNI dan Polri telah salah memandang daerah berhawa dingin itu. “Bagi saya, permainan kekerasan dan tindakan aparat militer di sini telah terbukti sebagai perampok dan pencuri.”
Dia juga mengatakan, tidak cukup bukti jika Militer Indonesia di Puncak Jaya melakukan penyisiran dan penggerebekan rumah warga sipil di sekitar kampung Tingginambut. “Harus ada bukti yang kuat, jangan bertindak seenaknya saja,” katanya. (Willem Bobi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *