Keluarga Antar Pelaku Pembunuhan ke Polres Nabire

JUBI – Tergolong pertama kali di Tanah Papua, pihak keluarga membawa pelaku pembunuhan ke kantor polisi. Ini terjadi di Nabire, pelaku berinisial NE diserahkan keluarganya kepada polisi untuk diproses sesuai hukum yang berlaku di negara ini.

Kapolres Nabire AKBP Rinto Djatmono yang dikonfirmasi melalui Wakapolres Nabire, Kompol Eddy Kurniawan, S.IK membenarkan hal itu. “Benar, hari Jumat (28/8) orang tua pelaku didampingi beberapa tokoh masyarakat antar oknum pelaku ke sini,” jelasnya kepada wartawan, Senin (31/8). Bagi Kapolres Nabire, kerelaan keluarga mengantar pelaku kasus pembunuhan itu baru pertama kali terjadi di Nabire, bahkan di Papua. Sikap keluarga dan para tokoh masyarakat dinilai sangat tepat karena membantu tugas polisi.
Meski begitu, Kepala Suku Besar Mapia, Yohackim Magai didampingi beberapa tokoh masyarakat serta keluarga pelaku, meminta kepada Kapolres dan Wakapolres Nabire termasuk anak buahnya agar NE yang diduga membunuh satu orang tukang bangunan pada pekan lalu di Kali Mapia, tidak usah dihukum apalagi disiksa sebelum diproses berdasarkan hasil penyidikan.
Ditemui terpisah, Yohackim Magai menyatakan, pelaku diantar ke pimpinan Polres Nabire sebagai bukti bahwa warga jujur dalam menegakan hukum. Sebaliknya, warga juga menuntut polisi untuk memperlihatkan kejujuran dalam mengungkap dugaan pembunuhan tersebut. “Sampai sekarang tidak ada bukti yang kuat untuk menuduh saudara NE sebagai pelakunya,” ujarnya. Magai juga membantah isu bahwa pelakunya lebih dari satu orang. “Itu tidak benar,” singkatnya.
Menurut informasi yang berkembang, kasus pembunuhan tersebut terjadi di jembatan rotan Kali Mapia, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai. Konon kabarnya, NE tidak terima dengan meninggalnya seorang ibu secara tiba-tiba. NE berprasangka, ibu itu meninggal karena diguna-guna si tukang kayu sesaat hendak menancapkan kerangka bangunan gereja di kampung Atou. Pelaku membacok korban dengan sebilah parang dan mayatnya dihanyutkan ke Kali Mapia. Kasus ini mulai terkuak beberapa hari kemudian setelah rekan korban menemukan mayat di pinggil kali tersebut. “Kasus itu sedang kita tangani,” kata Wakapolres Nabire. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *