Sekolah Gratis Perlu Disosialisasikan Secara Luas

JUBI—Pemberlakuan sekolah gratis kini mulai diterapkan di sejumlah SD di Kabupaten Merauke. Salah satu buktinya, setiap SD sesuai petunjuk penggunaan dana BOS wajib memasang spanduk yang bertuliskan pemberlakuan biaya sekolah gratis. Kewajiban ini mulai diterapkan setelah pada Juli lalu dilakukan sosialisasi oleh Depdiknas.  

“Jika didapati dalam pemeriksaan ada sekolah yang belum memasang spanduk, maka sesuai aturan dikenakan denda 500 juta rupiah,” kata Kepala SD Inpres Polder Paschalis Rettob,S.Pd kepada Jubi (31/8).
Perihal pendidikan gratis, Rettob mengatakan telah melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada orang tua murid. Diharapkan, tidak ada persepsi yang keliru  mengenai pendidikan gratis. “Jadi yang digratiskan oleh sekolah adalah biaya pendidikan berupa uang sekolah gratis dan sejumlah kelengkapan belajar seperti buku tulis dan buku mata pelajaran,” tutur Rettob. Dia mengatakan,  pakaian seragam sekolah tidak termasuk dalam biaya pendidikan gratis.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 2 Maro, Andris F. Moesieri,S.Sos secara terpisah menerangkan, pihaknya hingga kini memang belum memasang spanduk bertuliskan pendidikan gratis lantaran belum melakukan sosialisasi. Menurutnya, gratisnya pendidikan ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas agar mereka memiliki pemahaman yang baik bahwa dengan digratiskannya pendidikan tidak serta merta menghapus tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak. “Jadi memang hingga kini kami belum memasang spanduk pendidikan gratis karena belum lakukan sosialisasi. Ini bukan kesengajaan dan pasti akan segera di pasang,” jelas Andris. (drie/Merauke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *