Sekolah Penerima Dana BOS Tak Transparan

JUBI—Menyikapi temuan BPKP yang menyatakan hampir seluruh sekolah penerima dana BOS tidak transparan melakukan pengelolaan dana BOS, Kepala SD Inpres Polder, Paschalis Rettob, S.Pd membenarkannya.

Ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya (31/8), Rettob mengatakan, permasalahan yang terjadi disebabkan karena terlambatnya buku panduan penggunaan dana BOS yang dikirimkan pusat, sehingga seluruh sekolah penerima dana BOS tidak melakukan hal itu. “Masalahnya ada pada buku panduan, karena buku panduan  baru diterima bulan Mei 2009, yang seharusnya dari Januari sudah diterima sehingga mengalami keterlambatan. Akibatnya, 2 triwulan ini kami tidak mengikuti buku panduan tersebut,” tutur Paschalis.
Dia mengatakan, kesalahan ini tidak sepenuhnya terjadi pada pihak sekolah. Namun juga diakibatkan oleh keterlambatan tim pusat melakukan sosialisasi yang baru saja dilakukan pada akhir Juli 2009. Ke depan, dia memastikan akan memperbaiki sistem pengelolaan dana BOS tahap demi tahap.
Menurutnya, tidak seluruh penyelenggaraan dana BOS di Merauke buruk, karena telah dibuktikan bahwa keberhasilannya mencapai 77%. “Jadi saya kira cukup berhasil pengelolaan dana BOS dari tahun 2006-2008,” tandasnya. (drie/Merauke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *