Sidang Keempat, Terdakwa Kasmawati Absen

JUBI—Sidang ketiga meminta keterangan saksi atas Kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan sejumlah sarana pendidikan di SMP Negeri 11 Sota dan SMK Sota kembali digelar hari ini di Pengadilan Negeri Merauke (31/8).

Sidang kali ini menghadirkan saksi Plt. Kepala SMP Negeri 11 dan SMK Sota. Dalam sidang ini, terdakwa Kasmawati Kadir selaku pemilik CV. Kayu Manis tidak hadir lantaran mengalami stres hebat.
Kuasa Hukum terdakwa, Beksi  Gaite,SH dihadapan Majelis Hakim, Desbenneri Sinaga,SH mengatakan, stres mengakibatkan terdakwa juga mengalami pendarahan. “Terdakwa tidak dapat hadir karena pendarahan. Ini juga sering terjadi saat persidangan-persidangan lalu,” kata Beksi. Atas ketidakhadiran Kasmawati sidang terpaksa ditunda hingga minggu depan.
Sedangkan untuk sidang kedua Terdakwa Sekda Kabupaten Merauke, Umar Ary Karim,S.Sos, saksi pertama, Kepala SMP Negeri 11 Sota, Subianto, menjelaskan, dirinya pernah melihat Kasmawati di wilayah Sota, namun dia tidak mengetahui soal pembangunan asrama SMP Negeri 11 Sota oleh Salmawati. “Saya tidak tahu persis kapan pembangunannya. Hanya saya memang pernah melihat Kasmawati makan bakso di samping rumah saya. Namun kalau yang membangun asrama SMP, bukan Kasmawati,” ujarnya.
Sementara itu, dalam keterangannya, Kepala SMK Sota, Kalvin Saya, terungkap, Kasmawati sebenarnya telah melakukan pengerjaan awal pembangunan 4 kopel rumah guru, sebuah rumah Kepala Sekolah dan asrama siswa. Pengerjaan tersebut, berupa pembangunan kerangka rumah berikut pondasinya. Namun setelah itu, Kasmawati menghilang dan dilanjutkan oleh Salmawati selang beberapa bulan kemudian. “Karena ada keluhan dari masyarakat mengenai macetnya pembangunan sarana pendidikan dan keluhan para tukang yang belum menerima uang makan dari Kasmawati maka saya menanyakan hal ini pada  pihak Dikmen. Namun kemudian bersamaan dengan itu datanglah Salma yang mengaku akan melanjutkan proyek yang dilakukan Kasmawati,” jelas Kalvin panjang lebar sembari menambahkan dirinya sudah 3 kali bertemu dengan Kasmawati dalam pengerjaan proyek pengadaan sarana pendidikan di Sota.
Mengenai keterlibatan terdakwa Umar Ary Karim, Kalvin mengaku tak tahu menahu. “Yang saya tahu hanya ibu Kasmawati karena beliau yang mengerjakan proyek dan beberapa kali bertemu saya,” tandasnya. (drie/Merauke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *