Tenaga Kesehatan Hewan Minim di Papua

JUBI—Minimnya tenaga medis dibidang peternakan di Papua mengakibatkan populasi ternak babi saat ini mengalami penurunan.

Demikian dikatakan Drh. Indartho Sudarsono, Kepala Sub Bidang  Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Propinsi Papua yang ditemui JUBI di Jayapura, Senin(31/8). Sudarsono mengatakan, sejak masuknya hok kolera, sekitar tahun 2004 lalu hingga kini, wabah tersebut telah merambah secara luas di Papua. “Dalam penanganan penyakit tersebut kita berusaha memberikan pelayanan bagi masyarakat, namun pada kabupaten pemekaran belum dapat dilakukan karena tidak adanya tenaga kesehatan hewan,” kata Sudarsono.
Untuk Jayapura, kota Jayapura, Merauke dan Timika, kata dia, tenaga kesehatan hewan cukup memadai. Hanya saja, di daerah pemekaran sampai saat ini belum memiliki tenaga kesehatan hewan. “Merebaknya virus hok Colera beberapa tahun lalu hingga saat ini telah mempengaruhi populasi ternak babi,” ujarnya.
Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Peternakan adalah membatasi masuknya hewan lain ke Papua. “Selamanya ini memang kita telah membatasi bahkan menghentikan pasokan hewan dari luar seperti Bali, Maluku dan Sulawesi karena daerah tersebut juga dalam keadaan tertular virus Hoc Colera,” jelasnya. (Yunus Paelo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *