Uskup John: Tuhan Masih Membutuhkan Para Pekerja di Ladang-Nya

JUBI – Uskup Timika, Mgr. John Philips ‘Gaiyabi’ Saklil, Pr mengatakan, Tuhan tidak pernah menutup pintu bagi siapapun untuk bersedia menjadi pekerja setia di ladang-Nya. Pintu selalu terbuka kepada setiap umat yang mau membaktikan diri seutuhnya untuk mewartakan kabar keselamatan dan melanjutkan karya Ilahi di dunia ini.

Dalam homilinya pada perayaan ekaristi sekaligus penjubahan kepada 24 frater se-Tanah Papua, Minggu (30/8) di Gereja Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Uskup John mengatakan, bekerja di ladang Tuhan dengan tugas melayani sesama umat memang tidak disertai upah besar sebagaimana lazimnya di tempat kerja lain, misalnya perusahaan, kantor-kantor pemerintahan, menjadi anggota legislatif, pengusaha, dan lain-lain. “Luangkan waktu dan tenaga untuk orang lain demi meraih upah yang besar di Surga,” ucapnya.
Tapi, Uskup John juga menyadari bahwa kecenderungan anak muda di jaman sekarang acapkali enggan memilih hidup berkarya di ladang Tuhan. “Minat melanjutkan studi di kampus STFT ‘Fajar Timur’ memang cukup. Tapi banyak juga yang gagal. Menjadi petugas Gereja tidak dengan unsur paksaan, melainkan dari hati yang tulus untuk mau melanjutkan misi Tuhan di dunia ini,” tutur Uskup Timika.
Bagi dia, kerelaan orang tua menyerahkan anak-anaknya menjadi petugas Gereja entah tertahbis maupun tidak, juga turut mendukung perkembangan iman umat itu sendiri. Semakin banyak tenaga pastoral, kebutuhan rohani umat akan terlayani. Sebaliknya, jika umat tidak tergerak untuk mendorong anak-anak muda menjawab panggilan Allah menjadi pater, diakon, bruder, suster, dan tenaga pastoral lainnya, maka akan semakin sulit untuk terselenggaranya peningkatan kualitas iman umat kepada Sang Pencipta. “Keuskupan Timika saat ini masih kekurangan tenaga pastoral. Bukan hanya imam dan awam saja, melainkan tenaga pastoral di bidang lain pun kita serba terbatas. Semoga Tuhan bekerja dalam diri para orang tua untuk merelakan putera-puteri menjawab panggilan-Nya. Dan orang muda yang mengikuti panggilan hidup menjadi petugas Gereja, senantiasa diberkati Bapa, Putra dan Roh Kudus,” tutur Uskup John yang juga pernah menjabat sebagai Pastor Paroki Katedral Dok V Jayapura itu. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *