Dosen Malas, Mahasiswa STSP Palang Kampus

JUBI-Proses pendidikan sebagai bagian dari nilai membangun Sumber Daya Manusia (SDM), namun bila hal ini tidak berjalan tentunya berakibat fatal bagi dunia pendidikan itu sendiri. Hal ini sebagaimana di alami oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Seni  Papua yang melakukan demo di depan kampus STSP Papua di lokasi Expo, Waena, Selasa (01/09)

Beberapa spanduk yang digelar dalam demo tersebut bertuliskan “Ijin operasional  sekolah harus jelas, angkatan pertama merasa di rugikan” serta “Segera menggantikan struktur Yayasan” dan “Bapak ketua yang baik, manusia setengah dewa tolong jangan tipu kami, dimana ijasah kami”.
Demo mahasiswa yang dimotori oleh  Badan Eksekutif Mahasiswa bersama para mahasiswa langsung dilakukan di depan kampus tersebut dengan membentangkan beberapa pamlet-pamlet di depan pintu masuk kampus. Dalam demo tersebut mahasiswa meminta kepada pihak STSP dan Yayasan Bina Seni Budaya Papua (YBSBP) secepatnya memproses ijasah pada Kopertis XII Maluku sampai ke Dikti paling lambat dua mingu.
Ketua BEM STSP, Filly Manai, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa selama ini kami tidak melakukan proses belajar dengan baik di kampus, sehingga pihak STSP perlu melihat proses belajar dan mengefektifkan kembali secara baik. “Perlu juga dilakukan reorganisasi struktur dalam YBSBP yang selama ini tidak berjalan sebagaimana mestinya” ujar Manai.
lebih lanjut, dirinya menjelaskan akibat tidak adanya proses belajar mengajar yang baik, juga mempengaruhi proses pembimbingan bagi mahasiswa baik yang masih kuliah maupun yang sedang menyusun tugas akhir. Dosen hanya datang dan pergi tanpa adanya pembimbingan yang baik. Kami merasa di rugikan dari angkatan pertama hingga ke enam, sebab sepertinya ada proses pembiaran kepada mahasiswa” tegasnya.
Pihaknya sendiri pernah melakukan pertemuan dengan pihak yayasan, namun hasil pertemuan tersebut belum terealisasi dengan baik hingga saat ini. “Kami mahasiswa yang ada sangat mencintai seni dan budaya Papua sebagai bagian dari integritas bangsa, namun mengapa ada perlakuan yang kurang baik seperti ini” jelas Manai, yang di benarkan Sekretaris BEM STSP, Abraham Yarisetouw.
Sementara itu aksi yang dilakukan mahasiswa, menurut rencana akan dilakukan sampai mendapat jawaban yang pasti dari pihak Yayasan hingga benar-benar memberikan perhatian dan proses belajar mengajar yang baik. Filly berharap pemerintah dan pihak yayasan dapat memperhatikan hal-hal yang menjadi kebutuhan kampus dan mahasiswa, terutama dalam proses belajar mengajar. (Eveert Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *