Inflasi Kota Jayapura Bulan Agustus 0,81 Persen

JUBI—Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru, di kota Jayapura pada bulan Agustus tahun 2009 terjadi inflasi sebesar 0,81 persen.
 
“Atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,20 pada bulan Juli menjadi 115,13 pada bulan Agustus tahun 2009,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Djaroet Soetanto, di Jayapura, Selasa, (01/09)
Ia menjelaskan, kenaikan harga  yang cukup signifikan mendorong terjadinya inflasi selama bulan Agustus 2009 antara  lain, angkutan udara, ikan kembung/gembung, telur ayam ras, bawang merah, sewa rumah, kacang panjang, ikan kawalina, kangkung, ikan merah, ikan bubara, mie, pepaya, sagu, lilin, udang basah, dan jeruk.
“Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga  adalah, cabe rawit, ikan ekor kuning, ikan cakalang, tomat sayur, susu untuk bayi, tomat buah, cakalang asap, sabun detergen bubuk, ikan bandeng, wortel, cabe merah, ikan ekor kuning asap, seng, besi beton, ikan deho, talas/keladi, kol putih/kubis, ketela pohon, susu bubuk dan semen,” Kata Djarot.
Sementara kelompok-kelompok komoditi yang memberikan andil inflasi, tambahnya, adalah sebagai berikut: kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,43 persen; kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0,14 persen. Kelompok Bahan Makanan 0,12 persen; kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0,06 persen; kelompok Kesehatan 0,03; kelompok Sandang 0,02 persen; dan kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga  0,01 persen.
Secara umum, lanjut Djarot, sebagian kota-kota IHK dari 66 kota, sebanyak 63 kota mengalami inflasi termasuk Kota Jayapura dan  3 kota mengalami deflasi.
“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari sebesar 2,00 persen dan terendah di Singkawang yaitu sebesar 0,03 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 0,76 persen dan terendah di Palembang sebesar 0,14 persen.” terangnya.
Kota Jayapura sendiri menempati urutan ke-17 di tingkat Nasional dan ke-7 ditingkat Sumapua (Sulawesi, Maluku dan Papua). (Marcel Kelen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *