Pemkab Paniai Akan Terbitkan Inbup Tentang Degeuwo

JUBI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paniai bersikap tegas terhadap masalah pendulangan emas di sepanjang Kali Degeuwo. Ini menyusul sudah siapnya draft Instruksi Bupati (Inbup) yang akan ditandatangani dalam waktu dekat ini.

Selain Inbup, ada pula surat edaran yang antara lain berisi tentang larangan aktivitas di lokasi pendulangan emas. Kebijakan pemerintah daerah diambil untuk menertibkan lokasi penambangan agar ke depan tidak terulang lagi pengalaman buruk seperti yang terjadi selama ini.
Ketua Dewan Adat Daerah Paniai, John N.R. Gobai kepada JUBI, Selasa (29/9) malam, mengakui, komitmen warga pemilik ulayat untuk segera menutup lokasi pendulangan bukan sebuah isapan jempol belaka. Sebab saat ini dirinya hanya menunggu tahap penandatanganan Inbup tersebut. “Konsep Inbup itu sudah ada di tangan saya. Tinggal Bupati Paniai, Naftali Yogi, S.Sos tandatangan saja. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah selesai,” kata John.
Dijelaskan, surat edaran tertanggal 27 Agustus 2009 tentang penutupan lokasi pendulangan emas di sepanjang kali Degeuwo, ditegaskan tidak ada ijin kepada siapa pun, entah perorangan, kelompok ataupun badan usaha, sampai ada Inbup. Soal teknisnya, kata John, akan dilakukan rapat teknis semua pihak terkait. Untuk mendorong hadirnya sebuah dasar hukum itu, sudah ada koordinasi dengan berbagai pihak, baik Bupati, Kepala Bagian Hukum, Kepala Dinas Pertambangan, maupun Kapolres Paniai.
Untuk itu, warga dihimbau tidak usah terpancing dengan isu-isu menyesatkan yang hanya akan menggagalkan niat baik tersebut. “Kami sudah serius untuk menyelesaikan persoalan ini. Sekarang kita menunggu satu dasar hukum yang kuat dari pemerintah daerah. Untuk itu, masyarakat tidak terprovokasi dan sebaiknya segera antisipasi isu-isu dari pihak lain,” harapnya.
Setelah ada Inbup, pihak DAD Paniai akan melanjutkan pembicaraan dengan masyarakat. Supaya sama-sama melaksanakan instruksi tersebut. Dikembalikan kepada apa yang menjadi keinginan masyarakat adat. Semua pihak harus diuntungkan dengan adanya pendulangan emas, baik masyarakat, pengusaha, maupun pemerintah daerah. “Makanya kita semua tunggu Inbup saja. Kita sudah serius. Jadi jangan ada pihak lain mencoba menjadi pahlawan kesiangan. Kita tetap komitmen sesuai hasil pertemuan di Nabire beberapa waktu lalu,” tegas Gobai.
Dia juga minta hindari rasa curiga dan dendam. Tapi bersama-sama berpikir yang terbaik untuk daerah Degeuwo ke depan. Disini dibutuhkan dukungan dan kerjasama semua pihak, dari pemerintah Paniai maupun Nabire termasuk pihak keamanan. “Tidak ada pihak yang bikin air kabur lagi,” tekan John sembari berharap apa yang didambakan selama ini akan tercapai. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *