Nikmati Wisata Pesta Budaya Asmat, Gratis

JUBI — Asmat sebagai kota budaya dikenal juga sebagai situs warisan dunia. Tiap tahun di daerah ini digelar pesta budaya masyarakat lokal.
 
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Asmat, Simon Junumpits, S.Pd, kepada JUBI, Rabu (30/9) di Agats mengatakan, dalam enam bulan terakhir, apalagi jelang Pesta Budaya Asmat, sedikitnya 500 wisatawan asing telah menyinggahi Asmat. Diprediksi jumlah wisatawan lokal maupun asing ini akan meningkat tajam pada Oktober mendatang saat Pesta Budaya berlangsung.
Panitia Pesta Budaya sendiri telah menyiapkan sedikitnya 230 pengukir Asmat. Mereka akan menjadi “Tuan Pesta” dan akan melakukan eksebisi pengukir tercepat. “Selama 2 jam lamanya mereka mengukir, siapa yang tercepat, bagus dan rapi akan jadi pemenang,” kata Ketua Panitia Pesta Budaya Asmat, Erick Sarkol, Rabu.
Potensi pengukir Asmat dari berbagai kampung, latar belakang dan keunikan akan ditampilkan di sini. Ada ukiran patung, panel, dayung, dan lainnya, “Semua yang akan dipajang punya cerita sendiri, sesuai dengan kehidupan mereka,” jelas Erick, kurator Museum Budaya Asmat, Keuskupan Agats.
Dikatakannya, selain keeksotikan budaya, di Asmat, potensi sumber daya alamnya juga terbilang luar biasa. Kedua potensi tersebut, menjadikan Agats dan wilayah Asmat dikenal hingga ke mancanegara. Pesisir pantai Asmat tidak sama dengan daerah pesisir lainnya di Papua, itulah salah satu keunikan alam Asmat. Di sana masih terlihat panorama alami, tak tersentuh sepanjang sejarah peradaban dunia. Ada warisan budaya sebagai salah satu situs terkenal dunia. Bagi yang berkunjung ke Asmat, bisa juga menikmati panorama alam melalui penjelajahan wisata bahari menyusuri kali, sungai dan laut.
Potensi budaya, alam yang mempesona memang merupakan kekayaan Asmat yang tak habis-habisnya dieksplorasi. Untuk menyaksikan semuanya itu, dapat dilihat pekan depan dalam penyelenggaraan pesta budaya. “Kalau pergi berwisata ke situs dunia di tempat lain, pasti kami bayar karcis, tetapi kalau ke Agats, kami dapatkan secara gratis,” ungkap Leo, seorang turis mancanegara di Agats.
Pesta budaya tersebut akan dilaksanakan awal hingga 14 Oktober mendatang. Diperkirakan ratusan ribu manusia akan memadati Agats. (Willem Bobi/Agats)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *