Ribuan Orang Tua Wisudawan Uncen Padati Auditorium

JUBI—Ribuan orang tua wisudawan dan wisudawati Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua memadati halaman Gedung Auditorium Baru milik Uncen. Ratusan diantaranya terpaksa memilih berdiri dan duduk dihalaman Auditorium karena tak mendapat tempat.

Dari pantauan JUBI di Auditorium Uncen, sebagian besar memilih duduk dipinggiran Auditorium. Lainnya lagi, duduk disamping sejumlah gedung disekitar halaman Auditorium. Diantaranya, Gedung Penelitian Uncen, Museum Uncen, dan Gedung Administrasi Uncen. Beberapa diantaranya memilih berjalan-jalan mengelilingi halaman Auditorium.   
Di bagian depan, tepatnya di pintu masuk Auditorium, ratusan orang tua wisudawan dan wisudawati, mahasiswa serta para undangan lainnya juga berdesak-desakan memasuki Auditorium.
Resimen Mahasiswa (Menwa) Uncen yang ditugaskan untuk menjaga keamanan serta mengatur keluar masuk orang tua, mahasiswa, undangan serta tamu sempat kerepotan menangani hal ini. Saking banyaknya tamu dan undangan yang memasuki gedung tersebut, terjadi juga saling dorong diantara mereka.  “Wei.. tra bisa pelan-pelan ka tuk masuk,” teriak seorang Menwa di depan pintu masuk.
Agusta Ruwayari (40), salah satu orang tua wisudawan menuturkan, sejak pagi, dia sudah memasuki Auditorium namun tak mendapat tempat duduk karena telah penuh. Dia akhirnya memilih duduk disamping gedung sambil menunggu anaknya. “Saya sudah dari pagi tadi datang tapi su trada tempat di dalam, jadi terpaksa saya pilih duduk diluar saja,” tukasnya kepada JUBI di halaman Gedung Auditorium baru, Rabu (30/9). Dikatakannya, tampak dari luar gedungnya besar dan megah tetapi daya tampungnya sedikit.
Hal serupa juga diungkapkan Jeck Yapanani. Menurut dia, seharusnya pihak Uncen memasang tenda-tenda di depan dan samping kiri kanan Auditorium untuk tamu yang tidak mendapat tempat duduk. Dengan begitu, orang tua, mahasiswa dan tamu yang tak mendapat tempat didalam ruangan bisa mengambil tempat duduk ditenda-tenda tersebut. “Kemarin tenda-tenda sudah di pasang di depan Auditorium, kenapa dilepas,?” tanya Yapanani.
Lanjut dia, seharusnya tenda-tenda tersebut tak boleh dilepas sehingga bisa digunakan. “Kasihan banyak orang tua yang duduk dipinggir halaman tada panas. Padahal sebenarnya merekalah yang harus dilayani dengan baik,” ujarnya. Dia berpendapat, ini sangat tidak bagus. Ia berharap, kedepan hal tersebut tak lagi terulang kembali. (Musa/Ronald)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *