Para Pejabat Pantau, KPU Papua Dukung Pilkada Nabire

JUBI — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua menyatakan mendukung pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Nabire, Rabu (30/9). Hal ini seperti dikemukakan anggota KPU Provinsi Papua, M. Ferry Kareth, SH, M.Hum kepada wartawan usai memantau jalannya pemungutan suara di sejumlah TPS di Nabire.

Menurut Ferry, dukungan tersebut termuat dalam berita acara bernomor 14/BA/KPU-Papua/2009. “Kita sudah rapat pleno di Kantor KPU Provinsi Papua hari Senin (28/9). Dalam rapat itu kita bahas soal Pilkada Nabire,” jelasnya.
Dikatakan, dalam surat dukungan KPU Provinsi Papua, pelaksanaan Pilkada Nabire harus mengacu keputusan KPU Kabupaten Nabire nomor 2 tahun 2009, dan juga Surat Mendagri nomor 131.1/2479/OTDA tertanggal 24 September 2009 perihal Pilkada Bupati Nabire. Surat dukungan tersebut ditandatangani Ketua KPU Provinsi Papua, Benny Sweny, S.Sos, dengan anggotanya, Drs. Hasjim Sangadji, M. Ferry Kareth, SH, M.Hum, Selfina Sanggenafa, SH, dan Tjipto Wibowo, S.Pd, M.Si. “Jadi, pelaksanaan Pilkada Nabire ini sah karena mengacu aturan yang ada,” ujarnya.
Ditanya tentang pencoblosan di sejumlah TPS yang dipantau, kata dia, apa yang dilakukan petugas di TPS sudah tepat. Warga Nabire dapat menyalurkan suaranya berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Bila tidak mendapat kartu memilih ataupun surat undangan, kata Kareth, bisa dengan menunjukkan identitas diri (KTP) dan jika namanya terdaftar di DPT, maka yang bersangkutan diperbolehkan untuk mencoblos.
“Rata-rata yang kita jumpai di sejumlah TPS yang sudah kita pantau seperti itu. Artinya petugas di TPS tetap mengacu pada DPT yang ada. Jadi apa yang dilakukan para petugas di TPS itu sudah benar,” tutur Ferry.
 
Muspida Juga Pantau Pilkada
Pelaksanaan Pilkada ini juga langsung dipantau Muspida, para pejabat teras, dan KPU Nabire. Mereka memantau di sejumlah TPS saat pemungutan suara dan juga perhitungan suara.
Penjabat Bupati Nabire, Drs. Hendrik Pagaya Kaisiepo, MM yang baru tiba di Nabire langsung memimpin rombongan untuk melakukan pemantauan ke TPS. Tepat pukul 10.00 WIT, Bupati didampingi Kapolres, Dandim 1705/PN, Danyon 753/AVT, Sekda, Asisten I Setda, KPU Nabire, KPU Provinsi Papua, dan sejumlah pejabat lainnya memulai pantauannya di TPS 7 Karang Tumaritis. Saat rombongan tiba, warga sedang mencoblos di bilik suara.
Para petugas di TPS 7 sempat mengemukakan beberapa hal dihadapan rombongan Penjabat Bupati Nabire. Keluhan yang disampaikan adalah adanya perubahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS ini berbeda dengan saat Pilpres 2009. Pemilih pada saat Pilpres mencoblos di TPS 7, tapi pada Pilkada berada di TPS 8. Meski begitu, hal ini tidak mengganggu jalannya pemungutan suara. Yang menjadi patokan bagi petugas di TPS adalah nama yang terdapat di dalam DPT.
Pantauan kembali dilakukan pada sore hari dengan mengunjungi sejumlah TPS yang sedang melakukan perhitungan suara. Saat itu di sejumlah TPS sudah menyelesaikan perhitungan suara, seperti beberapa TPS di Distrik Teluk kimi.
Sementara itu, pelaksanaan pencoblosan di TPS secara umum berjalan aman dan tertib. Selain karena makin dewasanya para pemilih di Kabupaten Nabire, juga berkat kesigapan aparat kepolisian yang memang ditugaskan ntuk menyukseskan pesta demokrasi ini. “Secara umum Pilkada berjalan baik, tidak ada kekacauan dan keributan. Kita sudah tugaskan personil di masing-masing TPS,” kata Kapolres Nabire, AKBP Rinto Djatmono, S.Ik kepada wartawan.
Selain itu, Kapolres juga memerintahkan para perwira Polres Nabire untuk menyebar di setiap distrik guna mengawasi pelaksanaan Pilkada. Tugas pengamanan juga dibackup satu pleton Brimobda Papua. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *