Dispenda Asmat Sosialisasikan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

JUBI — Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Asmat, Kamis (29/10), kemarin, menggelar pertemuan “Sosialisasi Perda (Peraturan Daerah) Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Asmat”. Acara yang berlangsung setengah hari itu, dihadiri puluhan pengusaha dan pedagang dari Kota Agats, Asmat.

Pengusaha dan pedagang yang hadir diantaranya pemilik toko, usaha rumah makan, dan pemilik tempat hiburan. Pertemuan tertutup dilaksanakan di Hotel Pemda Asmat di Agats.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dispenda Asmat, Hj Matdoan, mengatakan, membayar pajak dan retribusi merupakan kewajiban pemilik usaha manapun. Dengan membayar pajak, pembangunan di Asmat akan dapat didorong untuk berkembang.
“Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat harus terlibat secara langsung untuk membangun daerah ini dengan membayar pajak,” ujarnya.
Jika mengacu pada UU Nomor 23 tahun 2000 tentang wajib pajak dan retribusi daerah, serta Perda Asmat tentang pajak, kata dia, maka pemilik usaha harus membayar PPN sebesar 20 persen, termasuk tarif Rp.10 ribu per meter dari tiap jenis usaha. “Jadi usahanya tinggal dikalikan saja,” katanya.
Di Asmat,  wajib retribusi dan pajak di tempat hiburan, rumah makan, hotel, kios/pedagang serta usaha rumah sewa (kos-kosan) akan mulai diberlakukan pada Januari 2010.
“Aturannya, semua pemilik usaha wajib membayar pajak dan restribusi daerah atas sarana kepemilikan atau yang disediakan oleh Pemerintah Daerah,” tegas Matdoan.
Dia mengatakan, jika ada pengusaha yang belum memiliki Surat Ijin Usaha, agar segera mengurusnya. Serta melengkapi dan mengaktifkan kembali jika ijin usahanya sudah purna waktu.
Dalam pertemuan kemarin, juga dibahas teknis pembayaran pajak dan retribusi daerah. Ada dua macam pembayaran pajak atau retribusi yang disepakati, yaitu ditentukan oleh pemerintah (official assessment) atau pemilik usaha menentukan dan menghitung pajaknya sendiri (self assessment) berdasarkan keuntungan pendapatan perbulannya. 
Ditegaskan Kadispenda, hasil pajak dan retribusi daerah dipungut bukan untuk membayar gaji pegawai negeri atau tenaga honorer di Asmat. Dana hasil pajak dan retribusi yang dikumpulkan,  akan disetorkan kembali ke pemerintah melalui rekening pemerintah di bank terdekat. (Willem Bobi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *