Kinerja Guru SD di Merauke Diragukan

JUBI—Kinerja guru SD di Kabupaten Merauke, Papua, diragukan. Keraguan tersebut lantaran belum adanya ketegasan dari Pemkab Merauke dalam pemberian sanksi tegas terhadap guru yang mangkir dari tugasnya. Kondisi ini diperparah lagi dengan penerapan pembayaran gaji guru melalui bank, sehingga baik guru yang berkinerja baik dan tidak baik tetap digaji sama tanpa ada pengontrolan dari pihak dinas terkait.

Demikian disampaikan Ketua Tim Bantuan Sosial Pendidikan Kabupaten Merauke, H.J. Muskita, ketika dijumpai di ruang kerjanya (30/10). Penyebab dari banyaknya guru yang mangkir dari tugasnya, kata Muskita, disebabkan juga oleh persebaran guru yang tidak merata. Ketidakmerataan tersebut, menyebabkan kebanyakan guru yang telah bertugas di pedalaman terpaksa kembali ke wilayah perkotaan lantaran tidak memiliki fasilitas memadai untuk eksis mengajar, juga tidak ditunjang dengan tunjangan guru di wilayah pedalaman.
“Policy dari pemerintah tidak jelas, seharusnya ada pemberlakuan khusus bagi guru-guru yang bertugas di pedalaman,” tuturnya sembari mengatakan memang terdapat tunjangan guru di pedalaman namun tidak  merata pemberiannya lantaran pagu dana yang disediakan hanya diberikan bagi guru-guru yang dekat dengan kepala dinas bersangkutan.
Menurut Muskita, guru yang bertugas di pedalaman, akan bekerja secara optimal jika ditunjang dengan fasilitas yang memadai. “Jadi seharusnya ada perlakuan khusus bagi guru-guru yang bertugas di pedalaman, dan harus pula diklasifikasikan pemberian tunjangan bagi guru di pedalaman berdasarkan medan yang ditempatinya,” tegas Muskita. (drie/Merauke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *