Penyaluran Kredit di Papua Belum Produktif

JUBI — Penyaluran kredit di Papua belum produktif karena masih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sifatnya konsumtif.

Demikian dikatakan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih (Uncen), Prof Dr. Karel Sesa, M.Si di Jayapura, Jumat. Dia mengatakan, sektor-sektor produktif seperti pabrik atau industri yang mengolah hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan lain sebagainya belum tersedia di Papua.
“Padahal, Papua kaya akan potensi-potensi alam seperti ini. Tapi yang justru marak adalah pembangunan rumah-rumah toko (ruko) dan pusat-pusat belanja,” ujar Prof Sesa.
Menurut dia, Papua tidak membutuhkan pembangunan tersebut dalam jumlah banyak karena akan melemahkan sektor- sektor produksi.
“Saya kira tidak perlu terlalu banyak ruko sebab sifatnya kan membeli dari luar lalu dijual di sini. Jadi, tidak ada usaha yang sifatnya menghasilkan. Ini kelemahan kita di Papua,” jelasnya.
Dikatakannya, pemerintah harus mengupayakan penyaluran kredit untuk membiayai pengembangan sektor-sektor ekonomi riil, terutama bagi masyarakat melalui usaha kecil dan mikro.
Prof. Sesa mencontohkan, sektor riil yang dapat dikembangkan di Papua di antaranya adalah usaha pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.
Salah satu daerah yang tengah mengembangkan perkebunan kelapa sawit adalah Distrik Arso, Kabupaten Keerom. Namun demikian, selama beberapa tahun ini belum memberikan kontribusi yang signifikan karena baru menghasilkan minyak sawit mentah yang harus dibawa ke luar Papua untuk pengolahan selanjutnya.
Dengan dana yang cukup banyak, kata dia, seharusnya pemerintah daerah bisa membangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit sendiri sehingga selain bisa meningkatkan pendapatan asli daerah, juga membuka lapangan kerja.
Selain itu, sektor lainnya yang berpeluang besar sebagai sumber pendapatan dan lapangan kerja adalah pertambangan dan kehutanan yang potensinya ditemukan dalam jumlah melimpah hampir di seluruh daerah di Papua. (Marcel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *