YHI Bina Pelaku Seks Beresiko Tinggi

JUBI — Yayasan Harapan Ibu (YHI) Papua kembali dalam program kerjanya membina sejumlah pelaku seks beresiko tinggi. Ini dilakukan untuk meredam lajunya penularan HIV/AIDS di Papua.
Agustina Maware, Koordintor Klien YHI Papua di Abepura, Jumat (30/10) mengatakan, program-program YHI didasarkan pada nilai-nilai luhur agama dan sosial budaya di Papua. Yakni dengan tidak membedakan suku, ras maupun golongan. YHI juga memberikan pelayanan yang bersifat terbuka.
Yayasan Harapan Ibu (YHI) Papua dibentuk untuk menjalankan program bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kesejahteraan masyarakat, lingkungan maupun seni budaya.
Khusus dibidang kesehatan menyangkut masalah Penyakit Menular Seksual maupun HIV/AIDS, YHI juga memberikan pelayanan, pembimbingan dan penyuluhan.
“Konsentrasi pelayanan ini kita tekankan pada pekerja seks jalanan, pramuria, TKBM, ABK, sopir taksi, ojek maupun panti pijat yang berlokasi di Jayapura,” jelas Maware.
Seperti disebut Maware, kelompok binaan YHI terdiri dari pekerja seks, 750 orang, Pramuria Bar dan panti Pijat, 569, dan Waria, 94 orang. Jumlah klien keseluruhan sebanyak 15.727 orang.
“Kami selalu memberikan pembinaan dan penyuluhan, sehingga mereka-mereka yang tergolong pelaku beresiko tinggi tidak terinfeksi,” pungkasnya. (Yunus Paelo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *