Hanya Ada Satu Petugas di Pustu Bukisi

JUBI—Kepala Kampung Bukisi, Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura, Papua, Rehabean Deminetouw mengatakan, hingga kini hanya ada satu petugas di Puskemas Pembantu (Pustu) Kampung Bukisi. Akibatnya, warga lebih suka melakukan pengobatan secara tradisional.

Deminetouw mengatakan, sebenarnya ada tiga petugas, namun dua diantaranya tak betah akhirnya kembali ke kota. ”Dua orang pulang ke Depapre dan tidak kembali-kembali. Sedangkan satu bertahan, yang bertahan itu orang Biak,” tukasnya (31/10).
Mantri itu juga tak betah. Kerap, kata dia, hanya sebentar datang bertugas. Seminggu, lalu pulang ke kampung halamannya di Demta. ”Dia kadang-kadang saja datang bertugas,” cetusnya.
Kondisi ini mengakibatkan, warga sulit berobat dan mendapat layanan. ”Kita setengah mati sekali dapat obat dan pelayanan kesehatan. Jadi terpaksa kita harus ke Depapre atau Demta untuk dapat pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Kebanyakan warga Bukisi berobat dengan secara tradisional. Pasien parah, ujarnya, terpaksa dilarikan menggunakan perahu ke Depapre atau Demta untuk perawatan lanjutan. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *