Satgas Yonif 321/Kostrad Tak Lakukan Pelanggaran Prinsip

JUBI—Pelepasan Satgas Yonif 321 Galuh Taruna/Kostrad digantikan Satgas Yonif Linud 433/Kostrad berlangsung di Pelabuhan Laut Merauke, (31/10). Pelepasan Satgas Yonif 321 yang bertugas di 24 Pos di wilayah perbatasan itu dipimpin langsung Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen Hambali Hanafiah.

Dalam sambutan Pangdam XVII/Cenderawasih A.Y Nasution yang dibacakan Hambali, Pangdam mengatakan, selama dalam pengamatan dan laporan yang diterima, dapat dikatakan selama kurun waktu penugasan, satuan ini tidak pernah melakukan pelanggaran prinsip yang dapat mempengaruhi citra TNI. Bahkan, prajurit TNI yang bertugas selama 10 bulan lamanya itu, telah mengimplementasikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI serta mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui pendekatan sosial yang dilakukan untuk merebut hati rakyat.
“Kondisi ini telah membawa dampak yang positif antara lain terwujudnya situasi keamanan yang kondusif bagi kehidupan masyarakat Papua khususnya di daerah perbatasan RI-PNG,” kata Hambali.
Kepada personil yang memiliki permasalahan dengan masyarakat, Hambali menekankan untuk segera diselesaikan agar tidak menjadi beban satuan pengganti. Dalam kesempatan itu, Hambali juga mengingatkan agar setiap satuan yang akan meninggalkan wilayah ini, dilarang membawa flora dan fauna yang dilindungi. Pasalnya institusi TNI-AD juga memiliki komitmen untuk menjaga dan melindungi kelestarian serta kelangsungan alam.
Diakhir sambutannya, Hambali kembali mengingatkan agar setiap personel mengecek kembali kelengkapan persenjataan dan amunisi yang dibawa sebagai kelengkapan prajurit. ”Lakukan check and richeck dan pastikan peralatan tersebut secara fisik harus benar-benar lengkap dan dalam kondisi baik sampai tiba di pangkalan,” tegasnya. (drie/Merauke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *