Sejumlah Guru Enggan Susun Sertifikasi

JUBI—Meskipun telah diberikan motivasi, namun dalam kenyataannya 21 guru yang bertugas di SDN 2 Anim Ha Merauke belum tergerak mengurus sertifikasi. Alasannya, belum memiliki cukup persyaratan yang harus dipenuhi untuk melengkapi sertifikasi. Selain itu, umur sebagian guru yang sudah mendekati pensiun menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mereka tidak menyusun kelengkapan sertifikasi.

Demikian disampaikan Kepala SD Negeri 2 Anim Ha Merauke, Andris Moiseri,S.Sos ketika dijumpai Jubi (31/10). “Saya sudah sering memberikn dorongan dan motivasi bagi guru untuk menyusun porto folio, namun nampaknya kurang direspon baik,” kata Moiseri.
Dia mengatakan, sesungguhnya menyusun porto folio tidak begitu sulit sepanjang ada kemauan, apalagi sudah ada kebijakan khusus bagi yang belum berijasah S1 dapat mengurus sertifikasi dengan ketentuan telah mengabdi selama 20 tahun dan berpangkat golongan IV A.
Kendala lain yang dihadapi, menurut Moiseri, kebanyakan guru SD di Kabupaten Merauke belum berijasah strata satu. Pihaknya sendiri kini tengah menyekolahkan 7 guru SD pada program PGSD Uncen di Kampus UNIMMER (Universitas Negeri Merauke).
Moiseri menambahkan, dari 21 guru yang belum mau mengikuti sertifikasi saat ini, hanya dirinya yang sudah meskipun masih gagal. “Saya akan perbaiki terus pada tahap berikut meskipun kesulitan ada pada mengumpulkan angka kredit untuk lengkapi porto folio,” tandasnya. (Indri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *