Warga Bukisi, Kena Paru-Paru Basah

JUBI—Sejumlah warga di Kampung Bukisi, Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura, Papua, terkena paru-paru basah. Sayangnya, perawatan atas mereka tak selalu rutin.

Marinus Dusay Kreubu, warga Kampung Bukisi, Ahad (1/11) kemarin mengatakan, warga yang terkena paru-paru basah diakibatkan oleh tempat tinggal mereka yang berdebu dan berpasir. Apalagi pada malam hari suhu di Bukisi sangat dingin. ”Kalau panas debunya sangat banyak. Mereka tidak sadar hirup debu dan akhirnya kena paru-paru basah,” tukasnya.
Effusi pleura atau paru-paru basah adalah keadaan dimana rongga pleura seseorang terisi oleh cairan. Rongga pleura adalah suatu rongga yang menyelimuti paru yang normalnya terisi sedikit cairan yang berfungsi sebagai pelumas pada waktu bernafas. Saat bernafas, dengan cairan itu, paru mengembang dan mengempis sehingga tidak terjadi gesekan yang menyakitkan. Cairan ini diproduksi dan diserap dalam jumlah yang sama sehingga jumlahnya tetap.
Dari mereka yang terkena Effusi pleura, beberapa diantaranya telah meninggal. Tiap bulan, kata dia, warga meninggal akibat Effusi pleura. ”Kalau satu bulan itu rata-rata dua sampai tiga orang meninggal karena kena paru-paru basah.”
Selain Effusi pleura, warga juga mengidap Malaria, batuk dan pilek.
Atas masalah ini, dirinya telah melapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura di Sentani. Namun, belum ada tindak lanjutnya. Dia berharap, pemerintah bisa secepatnya menangani masalah tersebut. (Musa Abubar)     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *