60 % Dataran di Merauke Pernah Alami Banjir

JUBI — 60% dataran di Merauke, Papua pernah mengalami banjir. Selain disebabkan wilayah Merauke merupakan daerah dataran rendah dan berawa juga kurangnya aliran pembuangan yang baik.
“Penyebab lainnya adalah kurangnya resapan air, juga disebabkan tidak adanya tanaman pengaman di sepanjang daerah aliran sungai,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Papua, Washinton Turnip, Senin (30/11).
Dia mengatakan, daerah-daerah di sekitar hulu sungai yang rutin terjadi banjir, perlu dilengkapi sarana komunikasi yang memadai untuk memberikan informasi kepada masyarakat di wilayah hilir, dan muara apabila hujan deras terjadi.
Terhadap kendala dalam penanggulangan bencana di Papua, Turnip mengaku sangat sulit karena topografis Papua yang berbukit dan lokasi bencana yang kerap terisolasi.
Untuk strategi penanggulangan banjir, Turnip mengatakan ada 12 strategi dasar.
Diantaranya, membuat zona pengatur tata guna lahan dalam daerah banjir, menggunakan waduk sebagai pengendali banjir, mengurangi dampak banjir pada individu dan masyarakat dengan teknik mitigasi, mengembalikan dan mempertahankan alam dan sumberdaya budaya dari daerah banjir, memperhatikan prakiraan cuaca bulanan, penataan daerah aliran sungai secara terpadu, pembangunan sistem pemantauan dan peringatan dini pada bagian sungai yang sering menimbulkan banjir, tidak membangun rumah di bantaran sungai, tidak membuang sampah ke sungai, mengadakan program pengerukan sungai, pemasangan pompa untuk daerah lebih rendah dan program penghijauan daerah hulu sungai.
“Memang sangat rumit untuk penanggulangan bencana di Papua. Kami pun sudah berupaya menganggarkan penanggulangan bencana ini, namun akan dilakukan secara bertahap,” tandasnya. (Indri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *