Guru Masih Mogok

JUBI — Mogok guru masih berlangsung di Asmat, Papua. Mereka akan menghentikan aksinya jika tunjangan dua tahun dibayar pemerintah.

Ratusan guru menutup sekolah serempak, Selasa (1/12), dan meminta siswa pulang.
“Anak-anak silahkan pulang ke rumah,” tegas Alphiberth Hatu, wakil kepala sekolah SMPN 02 Agats kepada siswanya saat apel, pagi tadi.
Selain SMP N 02 Agats, hari ini, aksi “tutup sekolah” terjadi juga di SD Inpres Syuru, SD YPPGI Agats, SD YPPK Agats, SMP YPPK Agats, dan SMA Negeri 01 Agats.
Batas waktu sekolah dibuka tak ditentukan.
“Tidak ada batas waktu mogok sekolah. Kami hanya dibilang datang cek-cek saja di sekolah,” ujar Vincen, siswa kelas 1 SMP YPPK Agats.
Patris Miyakaimu, ketua PGRI Asmat mengatakan, mogok akan dihentikan jika pemerintah membayar tunjangan mereka dan mencopot Kepala Dinas Pendidikan Asmat.
“Aksi mogok sekolah serempak di kabupaten ini dimulai hari ini dan seterusnya. Batas waktunya tergantung Bupati, apakah beliau mau ganti Kepala Dinas Pendidikan atau tidak,” tandasnya.
Dalam tuntutannya, guru meminta penyelewengan dana pendidikan “dikupas tuntas”. Mereka menilai, dana tersebut telah dikorup sejumlah oknum di jajaran pendidikan Asmat.
“Hak guru harus dikembalikan,” katanya. (Willem Bobi)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *