Pemkab Paniai Tak Peduli HIV/AIDS

JUBI — Penyakit mematikan, HIV dan AIDS kian merambah hingga ke kampung-kampung di Pedalaman Papua. Termasuk Kabupaten Paniai. Tapi ironisnya, pemerintah daerah tak peduli.

“Buktinya, selama ini di Paniai tidak pernah anggarkan dana yang kami bisa pakai untuk memberantas penyakit HIV/AIDS,” kata Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Paniai, Robby Kayame di ruang kerjanya, Selasa (1/12) siang.
Diceritakan, virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia itu kini sudah menyebar ke keluarga-keluarga yang dulunya hidup baik.
“Fakta ini sudah ada dan sedang terjadi di depan mata kepala kita, tetapi kami mau bikin suatu kegiatan misalnya sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS juga selalu terkendala karena tak ada dana operasional.”
Dari data yang dihimpun KPAD Paniai, sebut Robby, tercatat terdapat 183 kasus HIV dan 65 kasus AIDS.
“Yang sudah meninggal 59 orang. Sedangkan 6 orang masih menjalani perawatan, 2 orang di RSUD Paniai dan 2 lainnya di rumah.”
Data penderita tersebut diketahui setelah yang bersangkutan dengan sukarela melakukan VCT di Puskesmas Enarotali dan RSUD Paniai di Madi.
“Yang terdeteksi terhidap virus, kita kasih obat. Tapi di Paniai sulit karena tidak ada obat Anti Retro Viral (ARV), termasuk obat pencegahan juga terbatas. Masalahnya karena kita tidak didukung dengan dana,” paparnya.
Lantaran tak ada dana, pihaknya tak bisa melakukan penjaringan berupa sosialisasi, kampanye, penyuluhan dan lain-lain.
“Di Paniai, tidak hanya HIV dan AIDS saja. Penyakit lain macam kolera, malaria, tetanus, TB Paru, juga sangat rawan. Kita tak banyak terbuat karena tak didukung pemerintah berupa dana dari APBD. Tiap tahun tak pernah dianggarkan, ini berbeda dengan daerah lain yang concern dengan masalah kesehatan termasuk HIV/AIDS,” tutur Kayame. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *