Ratusan Guru Tak Dapat Jatah Rumah

JUBI — Ratusan guru di Asmat, Papua tak dapat jatah rumah dinas. Mereka akhirnya tak betah mengajar dan meninggalkan tempat tugas.
 
“Rata-rata kami kepala SD Negeri atau Inpres di Distrik Akat, belum dapat rumah,” ujar Mikael Fimat, Kepala SD Negeri Sesakam Distrik Akat, Asmat, Selasa (1/12).
Hal serupa dialami Pengawas SD Distrik Sawaerma, Sergius Rahawarin, dan Pengawas SD Distrik Pantai Kasuari, Yohanis Kuaito.
Rumah dinas di Asmat berbanding terbalik dengan jumlah guru. Sementara rumah dinas yang dibangun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, dianggap oknum guru tertentu sebagai milik pribadi.
“Rumah dinas rata-rata menjadi milik pribadi para mantan kepala sekolah,” kata Kuaito.
Akibatnya sejumlah kepala sekolah terpaksa tinggal atau menumpang di rumah-rumah milik warga.
“Bahkan ada kepala sekolah yang tidak mau bertugas dan sudah meninggalkan tempat tugasnya karena tak ada rumah.”
Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat dalam tahun anggaran 2007 telah membangun 26 unit rumah tipe 72.
Rumah dihuni guru SD yang tersebar di 7 distrik.
Rumah guru dibangun juga di Distrik Atsj, 5unit, Distrik Akat 3 unit, Distrik Suator 4 unit, Distrik Agats 1 unit, dan Distrik Sawaerma, 3 Unit. (Willem Bobi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *