Repatrian Diberikan Wawasan Kebangsaan

JUBI — Puluhan repatrian dari Papua Nugini diberikan wawasan kebangsaan. Pembinaan dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Merauke.
Kepala Badan Kesbang dan Perlindungan Masyarakat, Oktovianus Kaize, di penampungan repatrian milik Dinas Imigrasi, Pemukiman dan Tenaga Kerja (1/12) mengatakan, 42 repatrian tersebut telah resmi menjadi WNI.
Dikatakan, kondisi Indonesia sangat jauh berbeda dengan PNG. Para repatrian dapat bebas mencari penghidupan layak untuk kesejahteraannya ketimbang di PNG yang masih sangat tergantung dari pemerintah Australia.
Kendati demikian, Kabupaten Merauke yang terletak di wilayah perbatasan, masih memiliki hubungan erat dengan PNG karena ikatan kekeluargaan sejak nenek moyang dulu.
“Sehingga kerjasama perbatasan kerap dilakukan antar dua wilayah ini.”
Kaize berharap, setelah sepuluh KK dikembalikan ke kampung masing-masing, mereka memiliki keteguhan untuk membangun diri dan keluarga.
“Sehingga taraf kesejahteraan dapat dicapai,” ujarnya.
Repatrian dipulangkan Kamis (26/11) menggunakan Hercules TNI-AU. 42 warga Papua itu sebelumnya tinggal di Lae, Daru dan Pom, PNG. (Indri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *