Listrik Diputus, Mahasiswa Palang Asrama

JUBI — Kecewa listrik diputus PLN karena belum dibayar empat bulan, puluhan mahasiswa asal kabupaten Waropen memalang asramanya sendiri di Padang Bulan, Abepura.

Puluhan mahasiswa Waropen menyegel asramanya menggunakan kayu pada pintu masuk.
Mereka juga menempel pamflet dan spanduk di pagar dan dinding asrama.
Ketua Asrama Putra Kabupaten Waropen, Papua di Jayapura, Simon Awom mengatakan ia dan rekan-rekannya terpaksa melakukan aksi palang asrama sendiri agar pemkab Waropen bisa memperhatikan keluhan mahasiswanya yang ada di Jayapura.
“Listrik di asrama sudah empat bulan tidak dibayar, makanya PLN memutusnya sejak tanggal Sembilan Desember kemarin,” kata Simon Awom, Rabu.
Ia menambahkan, sejak pemberitahuan PLN tentang rencana pemutusan listrik di asrama putra Waropen, pihaknya telah melaporkannya kepada Pemkab Waropen, namun tak direspon sampai akhirnya listrik diputus.
“Bagaimana kami bisa beraktivitas dengan baik kalau listrik saja tidak ada,” ujarnya.
Simon Awom mengungkapkan, selain listrik yang diputus, masih banyak masalah lain yang dialami mahasiswa seperti ketiadaan air bersih, jalan masuk asrama yang kurang baik dan dipenuhi lumpur, serta tiadanya fasilitas asrama.
Menyinggung jangka waktu pemalangan, Simon menuturkan palang akan dibuka jika sudah ada perwakilan dari Pemkab Waropen yang datang menyelesaikan masalah listrik.
“Kami akan terus palang asrama sampai seluruh persoalan ini terselesaikan,” lanjutnya. (Marcel/Everth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *