Perempuan Berunjuk Rasa Gugah Korban Miras

JUBI — Sejumlah Perempuan Papua yang tergabung dalam Gerakan Penyelamatan Korban Miras berunjuk rasa, Rabu (30/12). Mereka menggelar pawai keliling menggugah kesadaran warga akan bahaya minuman keras. 

Pawai keliling dengan mengendarai mobil pickup itu, menyinggahi sejumlah kampung lokal di Distrik Merauke.
Mereka juga melewati DPRD, Kelapa Lima, Mangga Dua, Jalan Johar hingga kembali di lapangan Pemda Merauke sebagai titik start awal.  
Pawai yang dikoordinir mantan Asisten III Setda Kabupaten Merauke, Agustina Basik-Basik selain menggugah kesadaran warga juga bertujuan mendorong DPRD segera membuat peraturan daerah tentang miras.
“Ini dijadikan ajang memproklamirkan keberadaan gerakan anti miras kepada DPRD, Pemda maupun masyarakat,” kata Agustina Basik-Basik yang kini duduk di komisi 11 DPR RI.
Kendati miras telah meresahkan masyarakat karena dampaknya bisa sampai pada kekerasan dalam rumah tangga, Agustina berpandangan penanganannya tidak serta merta menutup atau mematikan usaha penjual miras, karena hal itu memiliki dampak sosial.
“Aksi ini tidak bermaksud menutup usaha miras mayarakat, namun memberi ruang agar terpantau dan terawasi dengan batasan-batasan miras yang boleh dipasok dan dikonsumsi,” ujarnya. (Indri)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *