Pendatang Diminta Hargai Putra Daerah

JUBI – Kehadiran masyarakat yang datang  mencari hidup dan tinggal di Kota Jayapura terus  bertambah, sebab laju pertumbuhan dan perkembangan bekas kota Hollandia semakin maju dan meningkat. Namun sebagai pendatang harus bisa menghargai masyarakat asli serta adat dan budaya setempat.

“Tidak bisa dipungkiri kehadiran warga pendatang semakin banyak di Kota Jayapura, namun mereka harus bisa menghargai penduduk asli sebagai pemilik hak ulayat dan adat budaya setempat,” kata Ketua Lembaga Masyarakat Adat Port Numbay, Gerson Awi.

Dirinya menilai akibat pembangunan yang semakin maju membuat banyak warga yang ingin mencari hidup di kota ini, disisi lain belum adanya aturan yang tegas di buat pemerintah dalam memberikan proteksi bagi keberadaan orang asli, sehingga sudah saatnya masyarakat asli diberikan pengakuan. “Banyak hal yang bisa kita lihat dikota, contoh kecil belum ada pemimpin atau walikota orang Port Numbay asli, sebab itu saatnya anak-anak asli  diberi kesempatan tersebut,” pintanya.

Ketua LMA yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura ini mengajak seluruh komponen masyarakat adat untuk tetap bersatu dan bersama-sama membangun serta menghargai mereka yang datang memajukan kota ini dari sektor ekonomi. “Masyarakat asli juga harus bersatu membangun suatu kemajuan bersama,” tandasnya.

Dirinya berharap semua warga ikut membangun dengan tidak saling menyindir dan menjelek-jelekan satu sama lain. “Mari kita membangun bukan dengan cara-cara kotor tetapi bersifat konstruktif,”  sambungnya. (Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *