Pemda Merauke Berutang Rp 18 Milyar

JUBI — Hutang Pemda Merauke sebesar Rp 25 milyar. DPRD Merauke kemudian membentuk Pansus untuk mengusut tuntas hutang ini. Sebanyak 80 rekanan telah dipanggil Pansus.

“Termasuk pengusaha kulit buaya,” kata Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Merauke, Drs Haji Achnan Rosyiandi usai rapat Pansus kepada wartawan, Sabtu (30/1).

Awalnya, hutang Pemda Merauke Rp 25 milyar lebih. Setelah klarifikasi, utang bawaan Pemda berkurang menjadi Rp 18 milyar. Untuk souveinir kulit buaya saja, Pemda Merauke memiliki hutang sebanyak Rp 5 milyar lebih. Belum lagi Kulit Buaya Alam Rp 5 milyar dan Kerajinan Daeng Kulit sebesar Rp 5 milyar lebih. “Jadi total semua berkisar kurang lebih Rp 18 milyar,” katanya.

Dia mengakui, dana operasional Bupati Merauke Drs. Johanes Gluba Gebze tidak tidak sebesar itu. Bisa jadi untuk souvenir yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Merauke kepada rekan-rekannya.

Kesalahan Pemda Merauke, kata dia adalah tidak melalui pembahasan dengan DPRD Merauke. Setelah terjadi hutang, barulah dibahas. “2010 ini, kita tetapkan tidak ada hutang lagi. Jika tidak, Anggota DPRD Merauke 2010 bisa masuk hukum,” ujarnya. (Agapitus Batbual)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *