Rumayom: Di Perbatasan Sebenarnya Tidak Boleh Ada Aparat Keamanan

JUBI — Sebenarnya di Perbatasan RI dan PNG, tidak diperbolehkan adanya Aparat keamanan. Kalaupun ada, radiusnya hingga 6 atau 7 kilometer dari batas Negara.

“Sebenarnya di perbatasan tidak boleh ada aparat keamanan, yang ada hanya petugas imigrasi, itu sudah di atur dalam Hukum Internasional,” ujar Laus Rumayom, dosen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Cenderawasih, Senin (1/2).

Rumayom mengatakan melalui kesepakatan internasional, di setiap batas Negara manapun, militer tidak boleh mendirikan pos. Namun hal ini berbeda dengan batas antara RI dan PNG.

“Ini sebanarnya sebuah kesalahan yang telah dibuat dengan memberikan aparat keamanan berada di perbatasan,” tegasnya.

Menurutnya, ini sama halnya dengan perencanaan pembangunan Papua yang sudah salah karena banyaknya kepentingan didalam. “Sesuai keputusan Denhag, perbatasan RI-PNG itu bukan berada di Wutung tetapi berada di Kali Tami dan tidak boleh ada militer,” pungkasnya. (Ronald Manufandu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *