Masyarakat Degeuwo Minta Distrik Sendiri

JUBI — Selain emas, daerah Degeuwo juga menyimpan potensi alam yang luar biasa, misalnya hutan, kayu gaharu, tambang tembaga, nikel, dan lainnya.

Warga Kepala Kampung Nomouwodide, Yahya Kegepe mengatakan, masyarakat setempat miskin diatas kekayaan alam yang berlimpah ruah, lantaran pemerintah daerah sama sekali belum serius memperhatikan dan mengelolanya.

“Kami yang ada di sepanjang Kali Degeuwo ini sudah dilupakan oleh Pemerintah Kabupaten Paniai,” ujarnya pada pertemuan di Bayabiru, Jumat kemarin.

Menurut Yahya, warga Distrik Bogobaida secara utuh memberikan suara pada Pilkada 2007 silam untuk Naftali Yogi dan Derek Pakage.

“Tapi sampai sekarang kami dilupakan. Tidak pernah kunjungi kami di sini. Kalau begini, kekayaan alam yang ada ini akan selalu dinikmati orang lain, pemerintah kabupaten lain.”

Oleh karena itu, atas nama masyarakat Degeuwo, Yahya Kegepe mendesak adanya pemerintah distrik. “Tolong hadirkan satu distrik disini, supaya emas dan kekayaan lainnya bisa dikelola dengan baik dan hasilnya nanti dirasakan di kas kabupaten,” ujarnya.

Pemekaran distrik merupakan satu dari beberapa aspirasi yang disampaikan warga sepanjang Kali Degeuwo kepada Pemerintah Kabupaten Paniai. Aspirasi secara tertulis disampaikan Kepala Kampung Nomouwodide dan diterima langsung Kepala Bappeda Kabupaten Paniai, Weynand Antoh dihadapan rakyat dan pengusaha yang hadir sore kemarin.

“Aspirasi ini akan kami teruskan kepada Bupati Paniai,” ujar Weynand.

Anggota DPRD Paniai yang juga berasal dari Distrik Bogobaida, Melkias Muyapa berjanji akan memperjuangkan pemekaran distrik sebagaimana diaspirasi masyarakat Degeuwo. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *