Tak Cukup Kata Maaf, Pelaku Harus Diproses

JUBI — Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, John NR Gobai menilai, permintaan maaf dari Komandan Korem 173/PVB Biak, Kol Inf Harry Ramlan Jauhari kepada korban, Emanuel Bagou You dan keluarganya di Paniai, bukan cara menyelesaikan persoalan.

Kasus penganiayaan harus diproses, kepada pelaku harus dikenakan hukuman bila terbukti bersalah.

“Kata maaf itu tidak cukup. Kebiasaan saling maaf memaaf justru memupuk kelakuan busuk yang bakal muncul lebih parah lagi di waktu mendatang. Jadi, tindakan oknum tentara itu harus diproses,” ujarnya kepada wartawan di Nabire, Selasa (30/3).

Ia menyayangkan aksi brutal 6 orang prajurit TNI-AD dari kesatuan Yonif 753/AVT Nabire. “Tindakan mereka keterlaluan, apalagi korbannya pejabat daerah.”

John minta pimpinan dan anggota dewan tetap membawa kasus pemukulan ini ke jalur hukum. “Karena tindakan tentara itu mencederai lembaga DPRD.”

Terpisah, Komandan Korem 173/PVB, Kol Inf Harry Ramlan Jauhari mengaku telah bertemu langsung korban, pihak keluarga dan DPRD Paniai. “Kami minta maaf atas kejadian itu. Yang jelas, pelaku akan diproses. Tim Provost TNI sudah ambil alih untuk selidiki kasus pemukulan itu,” jelasnya.

Ketua Komisi A DPRD Paniai, Emanuel Bagou You dipukul oknum tentara di depan Pos Timsus 753 Uwibutu, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Sabtu (27/3) sekitar pukul 21.15 WIT, saat pulang ke kediamannya usai melakukan kunjungan kerja bersama Tim DPR Papua.

Mendapat luka-luka memar di sekujur tubuh, korban langsung dilarikan ke UGD RSUD Paniai untuk mendapat perawatan insentif. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *