62 Pelintas Batas ‘Hijrah’ ke Merauke

JUBI — Badan Kerjasama dan Wilayah Perbatasan Kabupaten Merauke kembali menerima 62 Pelintas Batas dari PNG.

62 warga Papua Nugini itu ‘hijrah’ ke Merauke akibat tempat mereka bermukim telah tercemar limbah pertambangan emas Tabubil.

Kepala Badan Kerjasama dan Wilayah Perbatasan Kabupaten Merauke Albertus Muyak, di ruang kerjanya, Rabu (31/3) mengatakan, 62 WNA tersebut mengungsi karena banyaknya warga ditempat hunian mereka teridap penyakit kulit terkena mercury yang kadarnya cukup tinggi hasil limbah tambang.

Menurut Muyak, selain masalah pencemaran, masuknya 62 pelintas batas tersebut juga disebabkan oleh tiadanya kebebasan dari pemegang hak ulayat di PNG kepada mereka didalam mengelola lahannya.

62 warga PNG tiba di Kampung Baidup Bupul, Merauke 12 Maret lalu. Sebelumnya mereka adalah warga asli Merauke yang berpindah ke PNG karena situasi yang tidak kondusif. Puluhan warga ini menetap di PNG hingga berpuluh tahun dan mendapat jatah sandang dan pangan dari pemerintah Negara tetangga. (Indri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *