SOLPAP: 5 Miliar untuk Apa?

JUBI — Solidaritas Pedagang Asli Papua mempertanyakan dana 5 miliar rupiah yang disediakan oleh pemerintah untuk membangun pasar bagi pedagang asli Papua. SOLPAP menilai, dana tersebut tak memiliki arti jika dikaitkan dengan kebutuhan dari pedagang.

Koordinator SOLPAP, Roberth Djitmau, Rabu (31/3) mengatakan, pemerintah perlu melihat kembali jumlah yang sudah disediakan. Baginya, jumlah tersebut tidak cukup untuk membangun sebuah pasar yang layak. “Kalau dilihat, dana ini sebenarnya tidak cukup. Jumlahnya terlalu kecil,” ujarnya.
 
Dinas Pekerjaan Umum Kota Jayapura menyebut, satu los pasar jika dibangun akan menelan biaya sebesar dua miliar lebih. Dengan demikian untuk membangun pasar yang besar dan bertingkat sesuai permintaan dari pedagang Papua, biaya yang dibutuhkan tentu jauh diatas lima miliar rupiah.

Djitmau mengungkapkan, sebenarnya dana itu digunakan untuk memperbaiki Toko Kawat yang berada di kawasan APO sebagai tempat berdagang sementara bagi pedagang Papua. “Ini usulan dari pemerintah. Tapi usulan itu tidak diterima oleh mama-mama pedagang Papua,” tambahnya.

Perjuangan untuk mendapatkan pasar bagi pedagang Papua telah dilakukan sejak tahun 2004. Pemerintah pernah berjanji akan mendirikan pasar di tahun 2010. Namun sampai saat ini belum terealisasi. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *