DPRD Nabire Pertegas Ijin Distribusi Miras

JUBI — DPRD Kabupaten Nabire dalam pertemuan dengan pemerintah daerah menyatakan, tak boleh ada lagi ijin yang dikeluarkan kepada distributor minuman keras (Miras).

“Dari pertemuan ini, ada sejumlah kesimpulan, salah satunya surat ijin itu segera ditinjau ulang untuk menghindari terjadinya berbagai dampak negatif di kemudian hari,” ujar Ketua Komisi A DPRD Nabire, Amirullah, Jumat (1/4).

Sikap tegas legislatif ini mengingat pengalaman selama ini, dampak miras cukup terasa di tengah masyarakat. “Jadi, miras memang perlu dibatasi. Sebaiknya jangan ada rekomendasi baru lagi kepada pengusaha untuk memasok miras ke Nabire,” tutur Amirullah.

Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat DPRD membicarakan surat ijin yang diberikan kepada PT Irian Jaya Sehat. Surat tersebut ditandatangani Penjabat Bupati Nabire, Drs. H. P. Kaisiepo, MM.

Anggota DPRD Nabire, Hendrik Andoi menyatakan, saat ini tak perlu ada penambahan distributor Miras di Nabire. “Kita mau berantas Miras, tapi kenapa malah harus diberikan ijin lagi? Ini bertolak belakang dengan upaya bersama yang sudah mulai berjalan,” ungkapnya.

Hendrik menilai, penambahan distributor Miras hanya akan menambah persoalan di tengah masyarakat.

“Ijinnya harus ditangguhkan dulu, sementara kita tangani peredaran Miras yang ada sekarang,” ujar Hendrik Andoi. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *