Komisi A DPRD Dogiyai Siap Survei Tapal Batas Kabupaten

JUBI — Komisi A DPRD Kabupaten Dogiyai akan melakukan survei ke sejumlah distrik untuk memastikan tapal batas dengan kabupaten tetangga.

“Kami akan survei ke daerah perbatasan karena sampai sekarang belum jelas tapal batas antara Kabupaten Dogiyai dengan beberapa kabupaten terdekat, seperti Kabupaten Nabire, Kaimana, Timika, Deiyai, dan Paniai,” ujar Ketua Komisi A DPRD Dogiyai, Frans U Magai kepada JUBI, Jumat (30/4).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 08 tahun 2008 tentang Pemekaran Kabupaten Dogiyai, batas wilayah sudah jelas. Tapi saat ini beberapa wilayah terutama distrik di perbatasan diduga dicaplok kabupaten tetangga.

“Contohnya Potowaiburu yang sebenarnya masuk dalam Dogiyai, tapi daerah itu diklaim pemerintah Kabupaten Timika dengan menempatkan Distrik Mimika Barat Jauh di Potowaiburu. Begitupun beberapa daerah lain,” tuturnya.

Masalah tapal batas, kata Frans, harus dipertegas sejak sekarang. Untuk itu, pihaknya akan melakukan kunjungan kerja dalam rangka survei di beberapa distrik yang terletak di perbatasan antar kabupaten. “Kami akan mengecek langsung batas-batas wilayah. Tokoh masyarakat yang sejak lama mendiami daerah perbatasan akan kami dekati untuk minta kejelasan tapal batas. Jadi, soal tapal batas memang harus dipertegas sejak sekarang,” tuturnya.

Terpisah, Ketua DPRD Dogiyai, Lamek S. Kotouki, membenarkan rencana survei tersebut. “Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan survei tapal batas Kabupaten Dogiyai,” katanya.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan keabsahan batas wilayah masing-masing kabupaten agar menjadi jelas. Supaya nantinya tidak ada lagi saling klaim mengklaim yang berujung konflik perebutan wilayah lantaran di wilayah perbatasan terdapat banyak sumber daya alam (SDA) yang cukup potensial. (Markus You)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *