Pendidikan Sepakbola Usia Dini Harus Jadi Prioritas

JUBI — Carolina Ivak, mantan pemain Mutiara Hitam, meminta pemerintah melakukan pembinaan sepakbola nasional sejak usia dini di tingkat daerah dan memperbanyak kompetisi.

Menurut Carolina, memperbaiki sepakbola di Papua adalah dengan membuat pola pembinaan yang baik sejak dini dan berada dibawah pengarahan Dispora dan berjenjang hingga ke tingkat RT/RW.

“Secara teknis, harus digelar banyak kompetisi antar daerah, seperti menciptakan Piala Distrik, lalu Piala bergilir Gubernur,” kata mantan pemain Persipura itu kepada JUBI, Jumat (30/4).
 
Carolina juga memaparkan, untuk mengembalikan pemain terbaik seperti pada masa silam adalah dengan mengembalikan metode permainan. Yakni harus sesuai dengan pola bertanding pemain Papua yang mempunyai fisik dan skil individu yang cepat, keras, pendek, indah dan berpengalaman.

Untuk mencapai harapan itu, perlu persiapan sejak dini dilakukan kepada pemain berusia 7 hingga 16 juga 19 hingga 20 tahun, dan pemain usia di bawah 23 sebelum tahun 2011.

“Saya rasa selain memberikan pelatihan-pelatihan, harus juga memperhatikan mental dari pemain-pemain muda Papua,” ujarnya

Lanjut kakak kandung dari Kapten tim Mutiara Hitam Eduard Ivakdalam itu, persiapan sedini mungkin bertujuan agar pemain dapat menapaki ajang yang lebih profesional. Sehingga pada akhirnya mereka bisa mewakili tim-tim terbaik untuk berlaga di kompetisi nasional.

“Ke depan harus terbentuk 3 hingga 4 tim dari Papua, bila perlu dari semua daerah yang dapat kembali mengharumkan nama Papua,” ucapnya. (Ronald Manufandu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *