Berselisih Dengan Pendamping, Dana Respek 2009 Mandek

JUBI — Mandegnya pencairan dana Respek 2008 – 2009 hingga merembet pada dana Respek di tahun-tahun selanjutnya yang terjadi di Distrik Kimaam dan Okaba, disebabkan oleh adanya perselisihan antara pendamping lapangan dengan masyarakat kampung di kedua distrik tersebut. Bahkan, akibat dari perselisihan tersebut, seorang tenaga pendamping Respek sempat ditahan warga.

“Masyarakat menginginkan agar dana diserahkan saja langsung ke masyarakat tanpa mengikuti mekanisme yang ada. Warga mau dana diserahkan kepada mereka dan terserah warga mau buat apa. Setelah itu, nantinya mereka sendiri yang akan membuat pertanggungjawabannya,” jelas Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Merauke, Yoseph Y.M. Mahuze di ruang kerjanya, Senin (31/5).

Menurut Mahuze, tindakan yang dilakukan masyarakat tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku dalam proses pencairan dana Respek. Aturannya sudah jelas, bahwa setiap kampung penerima dana Respek harus melalui tahapan-tahapan baik penyerahan, pengelolaan dan pelaporan.

Respek 2009 memang bermasalah, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Mahuze mengaku telah mengirim tim  ke dua distrik untuk menyelesaikan laporan pertanggungjawaban dana Respek.  Dan kini, lanjut Mahuze, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bank Papua untuk melakukan pencairan dana  Respek 2009 dan 2010 sekaligus.

“Jadi dana-dana untuk masyarakat tidak hilang, itu tetap ada. Karena dana respek memerlukan pelaporan yang jelas, sehingga dana turun tersendat karena laporan belum beres,” paparnya.

Ditanyai  kinerja dari pendamping distrik, Mahuze mengatakan baha kinerja pendamping distrik selalu terpantau melalui pertemuan 6 bulan sekali dengan dinas. Sedangkan untuk waktu pencairan dana Respek, akan dibahas khusus pada Rabu mendatang. (Indri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *