Hasil Olah TKP, Polres Merauke Belum Temukan Proyektil Peluru Nyasar

JUBI — Meski telah dilakukan olah TKP terhadap kasus salah tembak yang menewaskan Merlina May, Minggu kemarin, pihak Polres Merauke belum juga menemukan proyektil peluru yang mengenai pelipis korban tersebut.  

Disambangi di ruang kerjanya, Senin (31/5) Kapolres Merauke, AKBP. Joko Prihadi menuturkan, peluru yang ‘nyasar’ di pelipis korban berusia 2 tahun itu merupakan efek dari penyergapan pelaku kejahatan.

“Peluru nyasar, efek dari penyergapan tersangka pelaku pencurian dan pembunuhan. Proyektil peluru dan jenis senjata yang digunakan masih dalam  penyelidikan begitupun jumlah tembakan yang dikeluarkan belum diketahui jumlahnya. Namun senjata sudah diamankan,” ujar Prihadi.

Menurut Prihadi yang baru sepekan menjabat sebagai Kapolres Merauke itu, penggrebekan dengan menggunakan senjata yang dilakukan 8 anggota buzzer dilakukan atas pertimbangan bahwa pelaku merupakan residivis buruan Polres Mappi yang lari ke Kabupaten Merauke dan sudah melakukan pembunuhan dan pencurian berulang kali.

“Senjata adalah alat khusus kelengkapan polisi.  Seorang polisi memiliki diskresi dalam menggunakan senjata. Artinya bisa bertindak sesuai dengan kondisi di lapangan tanpa komando dari atas,” jelasnya.

Kendati demikian, tindakan diskresi itu, kata dia, akan  akan dikroscek secara internal. Polisi yang melakukan diskresi di lapangan, wajib membuktikan apakah tindakan yang dilakukan dibenarkan atau tidak. 

Hingga kini, kata dia, pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban sambil menunggu hasil visum. (Indri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *