Nasendi: Perlu Ikutkan Anak Dalam Lomba Ukir

JUBI — Hendrikus Nasendi, pengajar di Papua mengatakan rata-rata siswa di Asmat sebenarnya memiliki potensi keterampilan seperti ukir-mengukir. Sayangnya, mereka kurang dididik dengan baik.

Menurutnya, jika semenjak kecil anak telah diikutkan dalam lomba mengukir, alhasil, setelah dewasa mereka tentu dapat memahami budaya khas mengukir di Asmat.

“Menjelang satu dua minggu pesta ukiran, anak-anak harus disiapkan di sekolah agar mereka paham betul soal mengukir,” ujarnya, Senin.

Nasendi mengatakan lomba yang sempat diikuti terakhir kali oleh siswanya adalah pesta Festival Seni daerah ke-2 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Asmat. Pesta Festival Seni itu telah dirampungkan, Sabtu (29/5) kemarin.
 
“Memang hanya sedikit siswa yang ikut lomba. Tapi ini telah mendorong mereka untuk jauh lebih baik,” katanya.

Dia mengatakan keterampilan ukir mengukir dan anyam-menganyam bagi siswa masuk dalam kategori Muatan Sekolah (Mulok) Budaya Asmat. “Sehingga selain anak-anak Asmat belajar ilmu pengetahuan dan teknologi di sekolah, para siswa juga bisa mengenal pemasaran hasil kerajinan mereka sesuai jati diri orang Asmat,” tandasnya. (Willem Bobi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *