Pedagang Papua di Waena Inginkan Pasar Sendiri

JUBI — Sejumlah pedagang Papua di depan Taman Budaya Waena menginginkan sebuah pasar yang layak.
 
“Kami juga ingin dapat pasar supaya kami bisa jualan baik seperti teman-teman yang lain,” kata Ana Wenda, pedagang di Ekspo, Senin (31/5).

Dikatakan, keinginan mereka untuk mendapatkan pasar sudah disampaikan berulang kali kepada pemerintah. Baik pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi Papua.
 
Sebab, kata dia, tempat tersebut selalu menjadi sasaran pertikaian. Jika terjadi perkelahian maka mereka tidak berjualan dengan baik. “Kalau orang berkelahi disini berarti kami harus angkat barang-barang kemudian berusaha selamatkan diri. Kami takut dapat pukul atau kena celaka jadi menyimpan.”
 
Dia mengungkapkan, di tempat ini selalu terjadi konflik. Kebanyakan konflik tersebut dipicu oleh minuman keras. Selain itu, perkelahian juga dipicu oleh dua kubu diantara masyarakat. Bisanya mereka (masyarakat) yang berdomisili di belakang kompleks Ekspo Waena. Konflik tersebut buntutnya memakan korban. “Kalau orang berkelahi disitu maka aka ada korban. Hampir setiap hari orang berkelahi trus.”
 
Di tempat itu mereka yang berjualan rata-rata perempuan. Barang yang dijual rata-rata hasil kebun seperti keladi, petatas dan sayur-sayuran. Sejumlah barang ini sebagian dibeli dari pedagang lain sedangkan lainnya diambil langsung dari kebun.
   
Ia berharap pengajuan yang disampaikan menjadi perhatian Pemerintah. “Kalau Pemerintah sayang kami berarti mereka mau berusaha mau bangun pasar untuk kami.  Tapi kalau pemerintah malas tau berarti mereka tidak sayang kami seperti yang lain. Kalau bisa ada pasar untuk kami,” tuturnya. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *