Pasca Penggrebekan, Polres Merauke Kantongi 36 Nama Residivis

JUBI — Dari 57 kasus yang terlapor di Polres Merauke pada bulan Mei 2010, Polres telah mengantongi 36 nama  residivis yang berulang kali melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat. Ironisnya, 70% residivis yang menjadi target sasaran kepolisian itu, disinyalir bersarang di Gudang Arang, tempat terjadinya penggrebekan residivis Nardinus Ruben Kaitemu alias Nardi, Minggu kemarin.

Kasat Reskrim Polres Merauke, AKP.Moh. Rifa’I,SIK  ketika dikonfirmasi, Selasa (1/6) mengatakan, Nardi merupakan otak pelaku kejahatan yang selama ini diincar kepolisian.

“Dia ini adalah ketua gank pelaku kejahatan yang lari dari Polres Mappi. Di Merauke, Nardi bermukim di Gudang Arang dan terus menerus melakukan banyak aksi pencurian dan pembunuhan,” ungkap Rifa’i.

Menurut Rifa’i, 57 kasus yang tercatat di Kepolisian Resort Merauke, merupakan kasus tertinggi sepanjang tahun ini. Dan kebanyakan dilakukan oleh warga yang bermukim di Gudang Arang.  Dari informasi yang diperoleh kepolisian, Nardi selalu mencari pengikut baru, jika tak mengindahkan perintahnya, maka biasanya warga yang melawan akan dipukul dengan kampak.

Bahkan, lanjut Rifa’I, saat olah TKP Minggu sore, pihak kepolisian menemukan sejumlah barang curian seperti kulkas dan TV Plasma serta sejumlah barang curian yang baru dicuri malam hari menjelang penggrebekan  di rumah tempat Nardi bersembunyi. “Ini yang kami ketahui dan temukan. Dan kebanyakan warga di Gudang Arang, melindungi residivis yang adalah warganya sendiri,”tandasnya.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya mengaku belum melakukan tindakan apapun mengingat situasi yang baru saja menimpa aparat kepolisian. “Kami masih menunggu keadaan tenang barulah akan dipikirkan langkah selanjutnya,” kata Rifa’i. (Indri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *