Warga Distrik Wan Kembali Alami Bencana Kelaparan

JUBI — Masyarakat di delapan kampung di Distrik Wan, Merauke kembali mengalami bencana kelaparan akibat air pasang dan curah hujan yang tinggi. Saat ini, warga hanya mengkonsumsi buah-buahan dari tanaman yang ada dan ikan laut.

Salah satu anggota komisi C DPRD Merauke kepada sejumlah wartawan, Selasa (1/6) mengatakan, bencana kelaparan tersebut, sesungguhnya  terjadi hampir di seluruh distrik di wilayah Kimaam, namun yang terparah terjadi di distrik Wan.

Dari hasil temuan itu, pihak DPRD Merauke memberikan pertimbangan kepada Pemkab Merauke mengenai pertimbangan transportasi laut yang cukup mahal. Yang mana, untuk mencapai ke Distrik Wan, hanya dapat dilakukan dengan carteran kapal kayu dengan harga sebesar 30 hingga 40 juta rupiah.

Atas kejadian itu, DPRD Merauke pun telah mengajukan penyaluran beras raskin,namun jawabannya, jatah beras untuk Distrik Wan telah habis. Namun fakta menunjukkan, jatah beras untuk distrik ini telah habis dijual oleh oknum tertentu di wilayah perkotaan. Mengingat kejadian ini merupakan kejahatan kemanusiaan, maka komisi C mengharapkan adanya pengawasan yang lebih ketat.

Menanggapi hasil reses dewan, Wakil Bupati Merauke, Drs. Waryoto, M,Si menyampaikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dinas social untuk segera merealisasikan apa yang menjadi harapan dewan. Dengan melihat kondisi yang terjadi setiap tahunnya terjadi di Distrik Waan, meski masih dalam tahap perbincangan, Pemkab Merauke berencana akan merelokasi  warga di Distrik Wan ke lokasi yang lebih tinggi wilayahnya.

“Ini belum suatu keputusan namun programnya akan mengarah kesana,”kata Waryoto.

Sedangkan masalah raskin  yang dikatakan telah habis peruntukannya bagi Distrik Wan, Waryoto mengatakan bahwa setiap tahunnya Pemkab Merauke selalu menyalurkan dana tersebut ke distrik bersangkutan. Namun jika penyalurannya diselewengkan, maka pihaknya akan segera mengecek ke lapangan.

 “Yang jelas, untuk masalah raskin akan dikesampingkan sementara waktu dan diutamakan penyaluran Bama secepatnya dalam minggu ini sebelum jatuh korban di masyarakat,” tandasnya. (Indri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *