Di Merauke, Putera Asli Papua Belum Nikmati Dana Otsus Pendidikan

JUBI — Banyaknya putera asli Papua di Kabupaten Merauke, yang hingga 9 tahun pelaksanaan otonomi khusus Papua belum juga merasakan dana pendidikan, menjadi pertanyaan tersendiri bagi DPRD Merauke.

“Banyak anak-anak asli Papua yang putus sekolah dan kembali ke kampung, padahal ada dananya. Saya tidak melihat kesungguhan dari pemerintah untuk membangun orang Papua dalam era otonomi khusus ini,” ujar Anggota DPRD Merauke, Sotter Kami Awi kepada sejumlah media, Sabtu (26/6).

Ketidakseriusan Pemkab Merauke, untuk memprioritaskan pendidikan putera asli Papua, menjadi pertanyaan tersendiri bagi Sotter. Pasalnya, setiap tahun, dana otsus selalu diprioritaskan bagi pendidikan, namun dalam kenyataannya entah kemana. Pemkab Merauke, kata Sotter, harus melihat dengan jernih bahwa satu-satunya jalan untuk merubah orang Papua hanyalah melalui pendidikan.

“Banyak anak Papua yang putus pendidikan, ujung-ujungnya jadi frustrasi dan menimbulkan kecemburuan. Akhirnya mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang merugikan orang lain karena mereka putus asa. Harapan mereka, bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, namun tak kesampaian,”keluhnya.

Sotter pun mempertanyakan ke mana larinya dana otsus bagi pendidikan selama 9 tahun ini. Bisa jadi dialihkan untuk bidang lain yang seharusnya tidak dilakukan.

“Secara nasional maupun lokal dana otsus diprioritaskan bagi pendidikan, namun nyatanya anak-anak Papua tidak mengenyam pendidikan sama sekali, apalagi menerima beasiswa itu tidak ada. Saya heran sekali,” ujarnya.

Ditanyai mengenai langkah yang akan diambil, Sotter tak berani mengatakan akan menelusuri larinya dana tersebut. Namun dirinya ingin melihat, dana pendidikan tersebut diarahkan kemana. Sehingga dapat dikembalikan pada porsinya masing-masing.

Pemberian porsi lebih besar kepada putera Papua untuk menikmati dana otsus pendidikan, menurut Sotter, merupakan cara untuk menghilangkan keinginan masyarakat untuk mengembalikan otsus. (Indri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *