Pemerintah Tidak Perhatikan Usaha Perempuan Papua

JUBI — Tokoh Perempuan Papua di Nabire, Nancy Worabay meminta perhatian serius dari Bupati dan Wakil Bupati Nabire untuk memperhatikan nasib perempuan di daerah ini.

“Saya lihat selama ini usaha kaum perempuan Papua di Nabire kurang diperhatikan, bahkan bisa dikatakan tidak pernah ada. Untuk itu, Bupati dan Wakil Bupati yang baru menjabat dua bulan ini tolong masukan usaha dari perempuan dalam agenda 100 hari kerja,” pinta Nancy, Selasa (29/6).

Seperti kaum perempuan dari daerah lain (pendatang, Red), kaum perempuan asli Papua di Nabire saat ini sudah selayaknya mengelola usaha tertentu. “Selama ini kaum perempuan sudah menggeluti bidang usaha di semua sektor. Ada yang usaha dagang, hasil kebun, ternak, seni budaya, dan usaha wisata,” sebutnya.

Ia menilai kaum perempuan Papua punya potensi dan keahlian untuk menjadi pengusaha besar. Mereka sebetulnya mampu bersaing dengan sesama dari luar Papua. “Cuma masalahnya selama ini trada perhatian dari pemerintah daerah untuk mereka punya usaha bisa berkembang,” ujar Nancy.

Senada diungkapkan Ice Pigome. Menurut Ice, minimnya pembinaan dan pendanaan merupakan dua persoalan mendasar yang menjadi tantangan bagi kaum perempuan Papua. “Dibandingkan kaum perempuan lain, kaum perempuan Papua kurang mendapat pembinaan dan pengetahuan. Mereka juga kurang pengetahuan, sehingga harus ada bimbingan dari orang lain. Dengan begitu, kaum perempuan benar-benar terarah dalam menjalankan roda usahanya,” ungkapnya.

Karena perempuan Papua kurang didukung ketika memulai sebuah usaha, Bupati dan Wakil Bupati Nabire diharapkan dapat memprioritaskan program pembinaan secara berkelanjutan termasuk dukungan dana agar usaha yang digeluti berkembang baik dan tetap eksis. “Modal usaha yang dikucurkan harus disertai pelatihan dan bimbingan teknis kepada mama-mama Papua,” usul Ice. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *