Kondisi Pendidikan di Papua Memprihatinkan

JUBI — Kepala Bagian Ketenagaan Guru, Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua mengatakan, kondisi guru di Papua masih memprihatinkan terutama di daerah  terpencil. Seperti Kabupaten Paniai, Dogiai, Intan Jaya, Mamberamo Raya, Puncak Jaya, Lani Jaya, Ndugga dan sejumlah Kabupaten lain.

“Perlu kita ketahui tenaga guru di daerah terpencil di Papua masih di tangani LSM, Petugas Sosial, Penjaga Sekolah, bahkan juga ada yang hanya lulus SMA dan SMP,” kata Lasarus Hara di kantornya, Rabu (30/6).  

Untuk mengisi kekosongan tenaga guru di daerah terisolir itu, pihaknya telah merekrut tenaga guru kontrak tingkat SD, SMP, SMK pada tahun 2010 sebanyak 140 orang. “Mereka disebarkan di wilayah Papua yang terpencil. Kami juga mengirim 20 orang dengan ikatan dinas untuk melakukan pendidikan di Yayasan Pelita Harapan,” ujarnya.

Lasarus mengungkapkan untuk menunjang kesejahteraan guru kontrak tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tiap pemerintah daerah.

Dia menambahkan, dana yang digunakan untuk membayar tenaga guru kontrak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta pajak penghasilan (PH) Propinsi Papua.

“Gaji dan tunjangan dari provinsi untuk mereka perbulan 2 juta rupiah. Namun biasanya honor tersebut mengalami keterlambatan untuk diterima mereka,” katanya. (Yarid AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *