PNS Papua Tidak Disiplin

JUBI —  Ini dia gambaran tentang ketidakdisiplinan PNS di Papua. Bayangkan saja, untuk datang jam delapan pagi setiap jam kantor, agaknya sangat sulit dilakukan.

Roby Matui, PNS Kantor Gubernur Provinsi Papua di Jayapura mengatakan, pegawai biasanya memang harus masuk kantor pada pukul 7.30 WIT. Tapi ironisnya, mereka akan datang pada pukul 09.00.

“Herannya lagi, kadang PNS tidak serius mengerjakan tanggung jawabnya dengan baik. Mereka maunya cepat pulang dan meninggalkan sebagian besar pekerjaannya,” ujarnya saat ditemui JUBI, Rabu (30/6).

Menurutnya, ketidakdisiplinan PNS telah mencitrakan buruknya kinerja mereka. Sayangnya, perilaku buruk itu diikuti juga oleh pimpinan sebuah badan atau kantor di jajaran pemerintah propinsi dan daerah di Papua. “Tapi ini adalah masalah oknum, tidak bisa juga disamaratakan,” tambahnya.

PNS lain yang tidak ingin menyebut namanya mengatakan, persoalan PNS tidak datang tepat waktu bisa saja dipengaruhi banyak hal. Mungkin macet dijalan atau terkendala sesuatu. “Tapi memang kalo terus terusan begini, itu namanya tidak disiplin,” katanya.

Baginya, perlu ada peneguran dari pimpinan agar perilaku tidak disiplin dari seorang PNS diubah. Pasalnya, citra buruk pasti akan menempel di tubuh PNS walau hanya dilakukan seorang oknum. “Disini dibutuhkan pimpinan yang tegas dan berwibawa agar anak buahnnya menjadi disiplin,” cetusnya.

Dari pantauan JUBI, sebagian besar PNS di sejumlah perkantoran di Jayapura memang tidak mengerjakan tugasnya di dalam ruangan. Mereka hanya mondar mandir diluar entah mengerjakan apa. Beberapa diantaranya hanya terlihat ngobrol santai sambil merokok.

Seperti dilansir Okezone, 90 persen PNS di Papua bahkan suka menghabiskan waktu kerjanya diluar kota, bahkan hingga ke luar Negeri.

Tercatat, mulai dari aparatur tingkat bawah (RT/RW) hingga Gubernur, suka melakukan kunjungan kerja ke luar kota atau luar negeri. Parahnya, kebiasaan ini, bisa berlangsung selama kurang lebih tiga hingga empat kali perjalanan Dinas dalam kurun waktu satu bulan. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *